Teknologi pada OSI Model
15
Mar
Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model).
| Struktur OSI Model |
Seperti yang
kita lihat pada gambar diatas tampak bahwa OSI Model memiliki 7 lapis (7
layer). Dalam artikel ini kita akan membahas teknologi-teknologi serta
perangkat-perangkat apa yang nantinya akan digunakan pada masing-masing
layer (lapisan)
1. Lapisan Fisik (Physical Layer)
Layer ini merupakan layer pertama dari tujuh lapisan OSI model.
Layer ini terdiri teknologi perangkat
keras dasar transmisi jaringan. Layer fisik adalah lapisan dasar yang
mendasari struktur data logis dari fungsi tingkat yang lebih tinggi
dalam sebuah jaringan komputer. Hal ini dikarenakan banyaknya teknologi
perangkat keras yang tersedia dengan sangat beragam karakteristik.
Layer fisik mendefinisikan cara
transimisi bit mentah daripada paket data logis melalui fisik link
menghubungkan node jaringan. Aliran bit dapat dikelompokkan menjadi
kata-kata kode atau simbol dan dikonversi menjadi sinyal yang
ditransmisikan melalui perangkat media transmisi. Adapun fungsi utama
dan jasa yang dilakukan oleh layer fisik adalah :
– Bit-by-bit atau simbol-by-simbol pengiriman
– Menyediakan interface standar untuk fisik media transimisi, termasuk
* Mekanik spesifikasi konekstor listrik dan kabel
* Spesifikasi listrik jalur transmisi level sinyal dan impedansi
* Radio interface, termasuk
spektrum elektromagnetik frekuensi alokasi dan spesifikasi
kekuatan sinyal, bandwith, dll
* Spesifikasi untuk IR lebih dari serat optik atau IR link komunikasi nirkabel
– Modulasi
– Line Coding
– Bit Sinkronisasi dalam sinkron komunikasi serial
– Start-stop pensinyalan dan kontrol aliran dalam komunikasi serial asynchronous
– Circuit switching
– Multiplexing
Daftar protokol pada layer ini adalah :
– Jaringan telepon modem – V.92
– IRDA Physical Layer
– USB Physical Layer
– EIA RS-232, EIA-242, EIA-422, RS-449, RS-485
– Ethernet Physical layer termasuk 10BASE-T, 10Base5, 100BASE-FX, 100BASE-T,
1000BASE-T, 1000BASE-SX dan varietas lainnya
– Varietas 802.11 Wi-Fi physical layer
– DSL
– ISDN
– Sonet/SDH
– Optical transport network (OTN)
– Bluetooh physical layer
Perangkat yang digunakan pada layer ini adalah :
– Network Adapter
– Repeater
– Network HUB
– Modem
– Fiber Media Converter
2. Lapisan Data-link (Data-link Layer)
Lapisan data-link (data link layer)
adalah lapisan kedua dari bawah dalam model OSI, yang dapat melakukan
konversi frame-frame jaringan yang berisi data yang dikirimkan menjadi
bit-bit mentah agar dapat diproses oleh lapisan fisik (physical layer).
Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transimis data antara
perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah WAN,
atau antara node di dalam sebuah segmen LAN yang sama. Lapisan ini
bertanggung jawab dalam membuat frame, flow cintrol dan koreksi
kesalahan dan pentransimisan ulang terhadap frame yang dianggap gagal.
MAC Address juga diimplementasikan di dalam lapisan ini. Beberapa
perangkat seperti Network Interface Card (NIC), Switch layer 2 serta
bridge jaringan juga beroperasi disini.
Tugas utama dari data link layer adalah
sebagai fasilitas transmisi data mentah dan mentransformasi data
tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum
diteruskan ke network layer, lapisan data link melaksanakn tugas ini
dengan memungkinkan pengirim memecah-mecah data input menjadi sejumlah
frame. Kemudian lapisan data link mentransmisikan frame tersebut secara
berurutan dan memproses acknowledgement frame yang dikitim kembali oleh
penerima. Karena lapisan fisik menerima dan mengirim aliran bit tanpa
mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada lapisan
data-link-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal ini
bisa dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir
frame.
3. Lapisan Jaringan (Network Layer)
Lapisan jaringan atau network layer
adlah lapisan ketiga dalam model OSI. lapisan ini bertanggung jawab
untuk melakukan beberapa fungsi berikut :
– pengalamatan logis dan melakukan pemetaan (routing) terhadap paket-paket melalui jaringan
– membuat dan menghapus koneksi dan jalut koneksi antara dua node di dalam sebuah jaringan.
– mentransfer data, membuat dan mengkonfirmasi penerimaan dan mengeset ulang koneksi
Lapisan ini juga menyediakan layanan
connectionless dan connection-oriented terhadap lapisan transport yang
berbeda di atasnya. Lapisan jaringan juga melakukan fungsinya secara
erat dengan lapisan fisik (lapisan pertama) dan lapisan data-link dalam
banyak implementasi protokol dunia nyata.
Dalam jaringan berbasis TCP/IP, alamat
IP digunakan dalam lapisan ini. Router IP juga melakukan fungsi
routingnya di dalam lapisan ini.
4. Lapisan Transport (Transport Layer)
Lapisan transpor atau transport layer
adalah lapisan keempat dari model referensi jaringan OSI. Lapisan
transpor bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat
diandalkan kepada protokol-protokol yang terletak di atasnya. Layanan
yang dimaksud antara lain:
– Mengatur alur (flow control) untuk
menjamin bahwa perangkat yang mentransmisikan data tidak mengirimkan
lebih banyak data daripada yang dapat ditangani oleh perangkat yang
menerimanya.
– Mengurutkan paket (packet
sequencing), yang dilakukan untuk mengubah data yang hendak dikirimkan
menjadi segmen-segmen data (proses ini disebut dengan proses
segmentasi/segmentation), dan tentunya memiliki fitur untuk menyusunnya
kembali.
– Penanganan kesalahan dan fitur
acknowledgment untuk menjamin bahwa data telah dikirimkan dengan benar
dan akan dikirimkan lagi ketika memang data tidak sampai ke tujuan.
– Multiplexing, yang dapat digunakan
untuk menggabungkan data dari bebeberapa sumber untuk mengirimkannya
melalui satu jalur data saja.
– Pembentukan sirkuit virtual, yang dilakukan dalam rangka membuat sesi koneksi antara dua node yang hendak berkomunikasi.
Contoh dari protokol yang bekerja pada
lapisan transport adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User
Datagram Protocol (UDP) yang tersedia dari kumpulan protokol TCP/IP.
5. Lapisan Sesi (Session Layer)
Lapisan sesi atau Session layer adalah
lapisan kelima dari bawah dalam model referensi jaringan OSI, yang
mengizinkan sesi koneksi antara node dalam sebuah jaringan dibuat atau
dihancurkan. Lapisan sesi tidak tahu menahu mengenai efisiensi dan
keandalan dalam transfer data antara node-node tersebut, karena
fungsi-fungsi tersebut disediakan oleh empat lapisan di bawahnya dari
dalam model OSI (lapisan fisik, lapisan data-link, lapisan jaringan dan
lapisan transport). Lapisan sesi bertanggung jawab untuk melakukan
sinkronisasi antara pertukaran data antar komputer, membuat struktur
sesi komunikasi, dan beberapa masalah yang berkaitan secara langsung
dengan percakapan antara node-node yang saling terhubung di dalam
jaringan. Lapisan ini juga bertanggung jawab untuk melakukan fungsi
pengenalan nama pada tingkat nama jaringan logis dan juga menetapkan
[[[port TCP|port-port komunikasi]]. Sebagai contoh, protokol NetBIOS
dapat dianggap sebagai sebuah protokol yang berjalan pada lapisan ini.
Lapisan sesi dari model OSI tidak
banyak diimplementasikan di dalam beberapa protokol jaringan populer,
seperti halnya TCP/IP atau IPX/SPX. Akan tetapi, tiga lapisan tertinggi
di dalam model OSI (lapisan sesi, lapisan presentasi, dan lapisan
aplikasi) seringnya disebut sebagai sebuah kumpulan yang homogen,
sebagai sebuah lapisan aplikasi saja.
6. Lapisan Presentasi (Presentation Layer)
Lapisan presentasi (Inggris:
presentation layer) adalah lapisan keenam dari bawah dalam model
referensi jaringan terbuka OSI. Pada lapisan ini terjadi pembuatan
struktur data yang didapatnya dari lapisan aplikasi ke sebuah format
yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Lapisan ini juga
bertanggungjawab untuk melakukan enkripsi data, kompresi data, konversi
set karakter (ASCII, Unicode, EBCDIC, atau set karakter lainnya),
interpretasi perintah-perintah grafis, dan beberapa lainnya. Dalam
arsitektur TCP/IP yang menggunakan model DARPA, tidak terdapat protokol
lapisan ini secara khusus.
7. Lapisan Aplikasi (Application Layer)
Lapisan aplikasi adalah suatu
terminologi yang digunakan untuk mengelompokkan protokol dan metode
dalam model arsitektur jaringan komputer. Baik model OSI maupun TCP/IP
memiliki suatu lapisan aplikasi.
Dalam TCP/IP, lapisan aplikasi
mengandung semua protokol dan metode yang masuk dalam lingkup komunikasi
proses-ke-proses melalui jaringan IP (Internet Protocol) dengan
menggunakan protokol lapisan transpor untuk membuat koneksi
inang-ke-inang yang mendasarinya. Sedangkan dalam model OSI, definisi
lapisan aplikasi lebih sempit lingkupnya, membedakan secara eksplisit
fungsionalitas tambahan di atas lapisan transpor dengan dua lapisan
tambahan: lapisan sesi dan lapisan presentasi. OSI memberikan pemisahan
modular yang jelas fungsionalitas lapisan-lapisan ini dan memberikan
implementasi protokol untuk masing-masing lapisan.
Penggunaan umum layanan lapisan
aplikasi memberikan konversi semantik antara proses-proses aplikasi yang
terkait. Contoh layanan aplikasi antara lain adalah berkas virtual,
terminal virtual, serta protokol transfer dan manipulasi kerja.






0 komentar:
Posting Komentar